Komunitas Aikido Kota Malang

Shizen Dojo Malang :: Dojo Aikido di bawah naungan Yayasan Indonesia Aikikai (YIA)

Archive for March, 2006

The Art of Peace – Morihei Ueshiba

Posted by shizendojomalang on March 30, 2006

Sedikit keterangan mengenai diri Morihei Ueshiba
disadur dari “The Art Of Peace” by Morihei Ueshiba.

Morihei Ueshiba dilahirkan pada tgl 14 Desember 1883, di kota Tanabe terletak di pesisir Distrik Kii purba (skr Prefektur Wakayama).

Ayah Morihei, Yoroku, adalah seorang tuan tanah yang makmur dan lama menjabat sbg penasihat kota, dan ibunya Yuki, adalah kerabat yang berbasis di Wakayama.

Perang sedang berkecamuk antara Jepang dan Rusia, dan pertempuran berskala besar tidak lama lagi akan pecah. Kompetisi yg tinggi dan kurang tinggi badan – tinggi Morihei hanya 1.56 meter, kurang dari persyaratan minimum untuk dinas militer, menyebabkan dia gagal dalam pemeriksaan fisik pada pelantikan awal.

Tahun 1908 Morihei menerima sertifikat yagyu ryu jujutsu.
Tahun 1915 Morihei berjumpa dengan Sokaku Takeda (1859-1943), dedengkot daito ryu aiki jujutsu.
Sokaku adalah sosok generasi terkhir dari para pendekar dan pejuang masa lalu. Dilahirkan di Aizu (Perfektur Fukushima), kampung halaman para samurai paling ganas di Jepang, Sokaku mendapat pelajaran dalam ilmu bela diri mematikan begitu ia mulai bisa berjalan.

Masa mudanya dicurahkan untuk mejelajahi seluruh Jepang guna berlatih dari para empu terbaik dalam ilmu bela diri dan menantang semua pendatang dalam perkelahian jalanan.

Ia menewaskan beberapa penjahat dalam sebuah perkelahian waktu ia berusia lima belas tahun, dan waktu ia dua puluh satu tahun ia menghajar empat puluh karyawan bangunan di sebuah keributan yang menjadi terkenal sebagai Insiden Nihonmatsu. Ia menewaskan delapan atau sembilan karyawan dan mencederai banyak yang lain.

Meskipun ia sendiri terluka parah dalam pertempuran itu, Sokaku bisa melarikan diri.Meskipun bertubuh kecil dan kurus, Sokaku adalah pesilat tanpa tanding.
Teknik teknik silat dan bela diri yang Sokaku ajarkan kepada Morihei sangat efektif, karena sesungguhnya semua itu diambil dari bertahun tahun pengalaman dalam pertempuran sesungguhnya,dalam perkelahian hidup mati.

Sokaku adalah seorang jago berkelahi yang luarbiasa kreatif.Meskipun Sokaku tiada tandingan sebagai tukang berkelahi jalanan, ia masih mengikuti rahasia ilmu bela diri, yaitu : “Dengarkan suara yang tak bersuara, dan liahatlah wujud yang tak berwujud.Dengan sekerlingan, baca pikiran musuhmu, dan raih kemenangan tanpa pertarungan.”

Tahun 1919, Morihei berjumpa dengan Onisaburo Deguchi (1817-1947) yang misterius. Morihei diramalkan Onisaburo menjadi muridnya, dan pada tahun 1920 Morihei dan keluarganya pindah ke komplek Omoto-kyo di Ayabe.

Omoto-kyo didirikan oleh Nao Deguchi (1836-1918), seorang wanita petani yang melarat yang dirasuk dewa Konjin pada tahun 1892 dan kemudian mulai bernubuat dalam nama san dewa : “Hapus para kaisar,raja-raja, dan pemerintahan bayangan, dirikan persamaan hak yang sejati, hapus kapitalisme berdiamlah dalam hati Allah, dgn sederhana dan murni!”
Dikemudian hari, Onisaburo yang telah menikahi anak perempuan Nao, Sumi, menjadi juru bicara utama dari agama tersebut.
Omoto-kyo adalah agaa mistik yang ekletis yang menekankan keselarasan dari semua keyakinan, keadilan sosial, bertani secara alami, dan penerapan kesenian yang halus dan ilmu ilmu yang praktis.
Dalam orientasi agama tersebut beraliran pasifis – Onisaburo berkata “Tidak ada sesuatu di dunia ini yang lebih merugikan daripada peperangan dan yang lebih bodoh daripada persenjataan”.
Onisaburo yang brilian,karismatis, flamboyan,dan waskita adalah orang pertama yang melihat tujuan sesungguhnya dari hidup Morihei : “Misimu dalam dunia ini adalah menjadi penyebar kedamaian, untuk mengajarkan dunia arti sesungguhnya dari budo (Jalan Keberanian Bela Diri).

Kiriman Tulisan dari : Aikido Maniacs

Advertisements

Posted in Mengenal Aikido | 3 Comments »

Foto latihan diambil dari kamera HP… gak jelas ya??

Posted by shizendojomalang on March 28, 2006

11

Gambar adalah suasana lapangan saat latihan sore hari di lapangan Rektorat Unibraw. Gambar ini diambil dari kamera ponsel Motorola C650 (keknya melas banget ga pake kamera digital beneran… ) dengan resolusi medium. Sbenernya sih bisa lebih bagus kalau menggunakan settingan VGA-nya, tapi berhubung sempetnya itu yaa…  gitu deh… 🙂  

Posted in Ruang Santai | Leave a Comment »

Pengurus awal Shizen Dojo dan para sensei yang dari Jogja

Posted by shizendojomalang on March 28, 2006

1

Oya, sekaligus woro-woro :

Buat rekan-rekan shizenia yang ingin posting/ kirim tulisan silahkan kirim ke email : shizendojomalang@yahoo.com.au

 

Posted in Kegiatan Dojo | 6 Comments »

Sensei Eduard Rusdianto – Bagaimana Melatih KI

Posted by shizendojomalang on March 25, 2006

melatih ki

Posted in Kegiatan Dojo | Leave a Comment »